Ada Beras Khusus Yang Disenangi Malaysia, Namanya Raja Uncak

From “Mentan: Ada Beras Khusus yang Disenangi Malaysia, Namanya Raja Uncak” by Yulida Medistiara, 2016
https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-3327176/mentan-ada-beras-khusus-yang-disenangi-malaysia-namanya-raja-uncak

Menteri Pertanian Amran Sulaiman sedang berupaya untuk melakukan gerakan membangun lumbung pangan di daerah perbatasan RI. Salah satu tujuannya agar produksi lokal yang telah dipenuhi dapat diekspor ke tetangga.

“Ada potensi di daerah perbatasan, ada beras khusus yang disenangi Malaysia (warga Kuching) namanya beras raja uncak,” ujar Amran usai tanam padi di perbatasan Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, Minggu (23/10/2016).

Amran mengatakan, salah satu produk unggulan Kalbar, yaitu beras raja uncak diminati masyarakat Malaysia. Ia mengatakan, beras jenis organik tersebut dijual dengan harga tinggi di Malaysia.

“Ada 2 beras, itu pelawak dan raja uncak kami dorong. Premium harganya Rp 40.000/kg sampai Rp 80.000/kg,” kata Amran.

Ia mengatakan, saat ini produksi beras organik sekitar 4 hingga 5 ton. Namun saat ini produktivitasnya sedang didorong agar meningkat.

“Tapi kita dorong produktivitasnya hingga 7 ton per musim 1 kali tanam,” kata Amran.

Saat ini, pemerintah telah memfokuskan diri membangun Kalimantan agar menjadi daerah yang mandiri pangan. Jika telah memenuhi produksi lokal dapat diekspor.

“Kita membangun lumbung pangan perbatasan sehingga selundupan yang biasanya terjadi dari negara tetangga, ke depan dari Kabupaten Sanggau mengirim ke negara tetangga, dan organik harganya 10 kali lipat dari biasa sehingga ini celah kesejahteraan dari rakyat,” ujar Amran.

Ia mengatakan, saat ini produksi beras di Kalbar surplus 300.000 ton. Ia sedang berupaya agar swasembada bahan baku lainnya dapat terjadi sehingga dapat diekspor ke negara tetangga.

“Gerakan ini kita lanjutkan semua sawah-sawah yang IP nya dari 1 jadi 2. Jadi bisa 2 kali tanam. Seluruh Kalimantan ini harus di swasembadakan agar inflasi rendah. Biaya transport itu ditanggung masyarakat bahkan jika telah ekspor inflasinya itu bisa tertekan,” kata Amran.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua Komisi IV Daniel Johan mengatakan, kebutuhan beras di Malaysia besar mencapai 2.000-an ton. Sedangkan produksi di Kalbar 500 ton untuk beras organik.

“Kebutuhan Malaysia 2.000-an ton, tapi produksi 500 ton karena memang nggak gampang meyakinkan petani dia takut nggak laku. Oleh karena itu untuk mereka mau menanam dan agar diekspor melalui penyuluhan,” kata Daniel.